Kalsium tidak hanya dari susu

Peranan kalsium bagi tubuh memang sangat penting. Tak hanya sebagai nutrisi untuk kesehatan dan kekuatan tulang, kalsium berkontribusi besar hampir di semua fungsi organ tubuh.

Kalsium Tak Hanya Dari Susu. Sebagian besar orang dewasa membutuhkan asupan 1.000mg kalsium setiap hari sebagai nutrisi kesehatan tulang, gigi dan saraf otak. Susu dan produk turunannya juga direkomendasikan bagi Anda yang sedang  menjalankan program diet. “Karena produk susu memiliki kandungan padat kalsium, “ kata Emily Burt-Hann, ahli gizi dari Food First, Medicine Hat, Alberta, Kanada, kepada Besthealtmag.ca. “Dua cangkir susu perah mengandung 600mg kalsium. Minta saran dokter jika tak suka dengan susu perah.”

Namun demikian, kalsium juga bisa didapatkan dari kacang almon (75mg kalsium per ¼ cangkir), salmon kaleng (180mg kalsium  per ½ cangkir), biji wijen (90mg kalsium per satu sendok makan) dan brokoli (50mg kalsium per ½ cangkir)

Vitamin D Membantu Penyerapan Kalsium.  “Jika kalsium adalah pintu yang terkunci, maka vitamin D adalah kunci untuk membukanya,” kata Emily. Dengan cukup asupan vitamin D, maka tubuh Anda akan mudah menyerap kalsium. “Kulit kita memproduksi vitamin D ketika terpapar sinar matahari pagi,” tambahnya.

Anda bisa mendapatkan vitamin D dari produk susu, multivitamin atau makanan yang mengandung vitamin D. Minta saran dokter apakah Anda membutuhkan suplemen untuk mendapatkan vitamin D.

Kalsium Dapat Menurunkan Berat Badan. Meski belum terbukti secara klinis, sepertinya kandungan kalsium dalam produk susu perah memaksa tubuh untuk menggunakan lemak sebagai sumber energi. “Beberapa studi menunjukkan, produk susu dapat membantu menurunkan berat badan sebagai bagian dari diet rendah kalori, atau mencegah kenaikan berat badan,” kata Emily. Kalsium dalam produk susu lebih efektif daripada kalsium dalam produk suplemen.

Eksperimen Kalsium Dalam Masakan. “Sangat mudah, kok. Seperti mengganti air dengan susu dalam sup tomat. Empat sendok makan susu skim bubuk setara dengan satu cangkir susu,” kata Emily. “Anda bisa mencampurkan itu dalam bubur sayuran.”

Anda juga bisa mencoba ini: Menambahkan brokoli atau kubis dalam sup tomat dan menaburkan almon bubuk, atau menambahkan tahu Jepang pada lasagna. (SUMBER: Besthealthmag.ca)

_____________________

asiwebid

ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) pada bayi

ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut yang meliputi saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah. Yang dimaksud saluran pernapasan adalah organ mulai dari hidung sampai gelembung paru, beserta organ-organ di sekitarnya seperti hidung, tenggorokan, ruang telinga tengah dan selaput paru.

Penyakit ISPA dibagi dalam dua golongan, yaitu pneumonia (radang paru) dan yang bukan pneumonia seperti batuk pilek. Penyebabnya, virus, seperti Rotavirus, virus Influensa, bakteri Streptococcus pneumoniae dan bakteri Staphylococcus aureus.

Mengapa bayi rentan terkena ISPA?
Karena daya tahan tubuhnya belum sekuat anak yang lebih besar.

Berbahayakah?
Cukup berbahaya, karena di Indonesia, pneumonia merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah kardiovaskuler (penyakit jantung dan pembuluh darah) dan tuberkulosis (TB).

Lalu bagaimana pengobatannya?
J: Sebenarnya penyakit yang disebabkan virus akan sembuh sendiri dalam waktu 5-7 hari, tanpa pemberian obat. Namun untuk mempercepat kesembuhan anak, Anda dapat melakukan hal-hal sederhana berikut:

  • Terus memperbanyak pemberian ASI.
  • Jika balita batuk berdahak kental, berikan air putih agar dahak menjadi encer  sehingga mudah dikeluarkan.
  • Kalau suhu tubuh anak lebih dari 38º C sebaiknya beri obat penurun panas dan kompres dengan air hangat.
  • Bila perlu, berikan obat simptomatik (obat-obatan untuk mengurangi gejala pilek dan batuk)

Kapan harus ke dokter?
Jika sampai 3 hari demamnya belum turun, bawa bayi dan balita ke dokter. Bila dokter mendiagnosa anak menderita pneumonia, ia akan dirawat di rumah sakit dan diberi antibiotik.

Gejala ISPA, berat badan anak turun, demam, sesak napas, berkeringat dan nafsu makannya turun. Selain itu, napas bayi juga bisa jadi cepat. Pada bayi di bawah usia 2 bulan, dikatakan bernapas cepat jika lebih dari 60 kali per menit. Waspadalah jika bayi dalam kondisi ini. Karena, ada kemungkinan ia terkena pneumonia. Sedangkan bayi di usia 2–24 bulan disebut bernapas cepat jika lebih dari 50 kali per menit, dan lebih dari 40 kali per menit untuk anak usia 1–5 tahun.

Untuk mengetahui apakah bayi Anda sesak napas bisa dilihat dari tarikan dinding dada ke dalam. Pada kondisi normal, saat bernapas dada tidak terlihat cekung. Namun bila terkena pneumonia, dinding dada tertarik cekung ke dalam karena bayi berusaha bernapas dengan payah.

AYO CEGAH ISPA! caranya :

  • Beri bayi ASI eksklusif. ASI kaya zat kekebalan tubuh yang mencegah mikroorganisme masuk ke tubuh bayi. Pneumonia yang menyerang bayi yang mendapat susu botol 2 kali lipat dibanding bayi ASI.
  • Setelah usia 6 bulan, beri bayi sayuran dan buah, terutama yang berwarna merah dan kuning karena kaya vitamin C dan vitamin A. Vitamin ini untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak dan mencegah infeksi.
  • Usahakan bayi cukup tidur. Untuk usia bayi 0-6 bulan lamanya tidur sekitar 16 jam, usia 6-12 bulan kurang lebih 14 jam.
  • Beri makanan bergizi. Anak bergizi baik jarang menderita penyakit serius. Tubuhnya dapat menangkal infeksi.
  • Jangan lupa imunisasi. Pemberian imunisasi lengkap harus sudah selesai pada bayi umur 1 tahun. Apabila tidak tercapai, segera imunisasi si kecil. Beberapa penyakit saluran napas yang serius, seperti batuk rejan, tuberkulosis dan campak, bisa dicegah dengan imunisasi.
  • Jaga kebersihan lingkungan. Inilah langkah tepat mencegah terpaparnya si kecil dari mikroorganisme penyebab ISPA. Contohnya, biasakan cuci tangan dan jangan batuk dan bersin di depan anak (gunakan masker).

Efek samping ISPA terhadap masa depan anak?
Anak dapat mengalami berbagai efek samping seperti gangguan kecerdasan, gangguan perkembangan motorik, gangguan pendengaran dan keterlambatan bicara.

_______________

#ISPA #menyusui #bayi #breastfeeding #ASI #pelancarASI

abt hebat

bila si kecil “grok-grok”

Informasi seputar bayi, menyusui, dan pelancar asi follow twitter : @sumberinfo_ASI dan klik http://www.asi.web.id
Bagian dalam tubuh manusia, asal tahu saja, selalu berlendir. Jadi memang sudah dirancang untuk terus memproduksi lendir yang berfungsi membersihkan saluran pernapasan dan menangkal infeksi kuman ataupun virus dari dalam tubuh. Nah, tubuh bayi pun memproduksi lendir. Hanya saja karena refleksnya untuk mengeluarkan lendir belum baik, akibatnya jumlah lender ”menumpuk”. Ini wajar saja selama lendir tersebut tidak sampai mengganggu aktivitas bayi (seperti makan-minumnya tetap baik, tidurnya pun bisa nyenyak), tidak muntah, dan tak ada demam. Kalau begini, tak ada yang perlu dikhawatirkan.
Namun, beri perhatian jika suara grok-grok yang timbul terdengar begitu nyaring (terlebih saat bayi menangis). Bayi pun tampak sulit tidur dan aktivitasnya kerap terganggu (sulit makan dan minum, sering muntah, dan berat badan susah naik). Apalagi bila disertai hidung meler dan tersumbat, bersin-bersin, dan suhu tubuh meninggi. Ini biasanya disebabkan infeksi virus.
Yang perlu diketahui, pada bayi normal bunyi grok (karena adanya lendir di saluran pernapasan) akan menghilang di saat usianya menginjak satu tahun. Nah, jika di usia itu si kecil masih mengeluarkan suara grok-grok berarti ia berpotensi sebagai pengidap asma di kemudian hari. Tanda-tanda lainnya, bayi kerap mengalami keluhan pada kulit, seperti dermatitis atopik atau eksim
PENYEBAB LENDIR BERLEBIH
Yang jelas, bukan karena tenaga medis yang kurang tuntas membersihkan lendir di mulut bayi baru lahir. Berlebihnya lendir bisa karena faktor-faktor di bawah ini:
Alergi yang diderita bayi (bisa dipicu udara, asap, makanan, minuman dan lainnya). Jika pencetus alergi bisa diketahui, lalu bayi dijauhkan dari faktor pencetusnya itu, biasanya jumlah lendir dalam tubuh akan berangsur-angsur berkurang dengan sendirinya. Berat badan akan kembali naik, nafsu makan-minum kembali normal, tidurnya menjadi pulas, aktivitasnya juga kembali lincah.
Infeksi virus bisa diatasi dengan memperkuat sistem imunitas bayi. Caranya beri bayi banyak ASI dan banyak istirahat. Bagi bayi di atas 6 bulan yang sudah melewati ASI eksklusif, bisa diberikan cairan lain, seperti air putih, jus dan sup. Selebihnya biarkan lendir yang bertugas membawa virus dan kotoran keluar.
TIDURKAN TENGKURAP
Berlebihnya lendir dapat membuat napas bayi terganggu dan membuatnya merasa tidak nyaman.
Berikut yang dapat orangtua lakukan:
  • Mencari tahu dan menjauhkan pencetusnya.
  • Berikan stimulasi untuk membantu bayi mengeluarkan lendir, caranya:
  • Saat tidur posisikan kepala bayi lebih tinggi dari badan.
  • Posisi tidur tengkurap juga baik karena posisi saluran napas jadi lebih rendah hingga lendir pun akan turun ke arah mulut.
  • Suhu dalam ruangan bayi harus hangat.
  • Jika bayi tidak alergi bisa diberikan penghangat tambahan seperti minyak telon atau balsem khusus bayi, yang dibalurkan di dada, leher, dan punggungnya.
  • Baik jika setiap pagi bayi dijemur di bawah sinar matahari pukul 07.00-08.00, selama 10 menit. Letakkan bayi dalam posisi tengkurap lalu tepuk-tepuk punggungnya. Posisikan bayi miring ke kanan lalu ke kiri dan tepuk-tepuk dada sampingnya. Dengan cara ini biasanya dia akan ”muntah”, bisa juga lendir luluh lalu masuk saluran pencernaan dan terbuang lewat kotoran. Tapi ingat, lakukan cara ini sebelum bayi minum-makan apa pun.
  • Kalau hidung si kecil tersumbat karena kentalnya lendir, berikan tetes hidung garam fisiologis atau NaCL (yang bisa dibeli di apotek-apotek). Jika tidak mempan, bayi bisa dibawa ke klinik fisioterapi untuk menjalani terapi inhalasi. Terapi ini baik meluluhkan lendir sehingga dapat dengan mudah dikeluarkan oleh tubuh dengan cara dibatukkan, dibersinkan atau lewat feses.
  •  Penanganan sama untuk berlebihnya lendir yang disebabkan infeksi virus. Namun kondisi ini perlu diperiksakan ke dokter untuk memastikan infeksi apa yang menyerang si kecil.
MALAM HARI SALURAN NAPAS MENGECIL
Bayi terkadang mengalami sulit bernapas di malam hari atau di pagi hari. Perlu diketahui, saluran pernapasan manusia pada malam hari akan mengecil. Hanya derajat mengecilnya berbeda-beda. Pada orang-orang yang tidak alergi, diameter mengecilnya saluran pernapasan tidak sampai 10%. Sedangkan yang alergi lebih dari itu. Namun tak perlu panik, karena akan reda dengan sendirinya seiring menghangatnya suhu lingkungan.
Narasumber: dr. Bambang Supriyatno, SpA(K), dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, Jakarta
 

variasi MPASI – Nasi Tim Jingga

nih bun, biar ga bosen, perlu ada banyak variasi mpasi, pokoknya gimana pinter2nya kita ngebujuk si kecil supaya mau makan macem-macem. emang gampang-gampang susah. dan sukses mpasi itu kuncinya cuma dua sebenarnya : 1. jangan kehabisan akal untuk ngebujuk si kecil lahap makan, dan 2. harus pantang menyerah 😀

nasi tim jingga

Nasi tim jingga mengandung ayam dan juga ubi merah yang mengandung vitamin A dan E yang baik untuk bayi Anda.

Bahan:
30 gram beras
400 cc air kaldu ayam
50 gram ayam
25 gram ubi merah
25 gram wortel

Cara membuat:
1. Rebus 30 gram beras dengan 400 cc air kaldu ayam.
2. Tambahkan 50 gram ayam, 25 gram ubi merah dan 25 gram wortel yang sudah diparut kasar. Masak hingga matang.

Untuk 1 porsi

Nilai gizi (per porsi):
Energi: 247 kilo kalori
Protein: 12 gram
Lemak: 6 gram
Karbohidrat: 34 gram

Untuk bayi usia 9-12 bulan.

___________________________________________________________

asiwebid

StimulASI si kecil

Ayo, Stimulasi setiap tahapan perkembangan bayi Anda! Mulai dari tengkurang, mengangkat kepala, hingga berjalan dan berbicara.

  1. Tengkurap. Lakukan tummy time yakni waktu yang digunakan bayi untuk tengkurap sambil  menggunakan tangannya untuk meraih sesuatu. Siapkah benda yang  menarik sehingga ia terdorong meraih dan lantas ‘meneliti’ dengan seksama
  2. Mengangkat kepala. Ajak anak bermain “Berguling Bersama Bola”. Menggerakkan si kecil di atas bola bisa menguatkan otot penyangga kepala, bahu, dan mengasah keterampilan menjaga keseimbangan.
  3. Memekik gembira. Sediakan boneka lembut yang mengeluarkan suara, seperti boneka yang bisa bernyanyi atau kotak musik. Tekan boneka sembari Anda berseru…, si kecil pun memekik senang.
  4. Memegang kedua benda dengan kedua tangan. Berikan mainan yang bisa dipukul bersama-sama seperti sendok kayu atau piring plastik, seolah ia sedang bermain musik..tung..tung..tung!
  5. Duduk. Baringkan si kecil terlentang di atas permukaan, seperti tempat tidurnya atau di lantai. Genggam tangannya, tarik dia perlahan ke posisi duduk. Peluk dengan erat sehingga ia tak mungkin terlepas. Perlahan-lahan, turunkan anak pada posisi tidur kembali.
  6. Merangkak. Letakkan mainan favorit bayi sekitar 1 meter dari tubuhnya. Saat si kecil mulai mengangkat kepalanya untuk mencari mainan tadi, biasanya ia akan menggerakkan lutut dan kakinya untuk maju. Lakukan permainan “Kucing Mengejar Tikus”. Anak menjadi kucing yang mengejar Anda sebagai tikus. Contohkah dengan melakukan gerakan merangkak, dengan cara Anda merangkak di sampingnya.
  7. Makan Sendiri. Beri bayi Anda finger food seperti kastengel, biskuit bayi, atau sayuran yang mudah dipegang seperti potongan wortel rebus. Makanan ini melatih kemampuan motorik halus anak. Dapat pula Anda memberinya mangkuk dan sendok plastik berisi makanan dan biarkan ia menyuap sendiri.
  8. Mengenal anggota keluarga. Sering seringlah mengajak anak ke pertemuan keluarga. Bisa juga menunjukkan foto ayah, ibu atau saudara lain. Atau foto ayah, ibu dan kakak dikreasi dari karton berwarna putih dalam bentuk lingkaran kecil yang dilekatkan pada tali yang sebagian menjuntai melalui bagian tengah karton berbentuk spiral.
  9. Berjalan. Letakkan mainan favoritnya dalam jarak tertentu. Iming-imingi anak agar mau berjalan walau sambil berpegangan untuk meraih mainan itu. Bila memungkinkan dan aman, biarkan si kecil berjalan di lantai yang tidak rata. Cara ini akan menguatkan otot-otot kaki dan tungkai.
  10. Bicara. Anda bisa menyanyikan lagu anak-anak yang berbeda setiap hari atau membacakan ceritanya, bisa dari buku atau cerita karangan Anda sendiri.

 

Informasi seputar menyusui, ASI, dan pelancar ASI follow @sumberinfo_ASI atau klik http://www.asi.web.id

________________________________________

asiwebid