Perawatan Payudara Saat Menyusui

Sangat penting untuk merawat payudara jika ada rencana akan menyusukan bayi atau sedang menyusukan bayi. Dengan perawatan yang baik, maka akan meningkatkan kualitas menyusui serta bisa mencegah masalah2 yang terjadi saat menyusui.

Pertama-tama, hindari tekanan pada payudara: Jangan tidur dalam posisi telungkup, karena akan menekan payudara dan memblok saluran ASI. Pakailah bra yang longgar. Sertai hindari memakai atau membawa sesuatu di dada yang bisa menekan payudara.

Menyangga payudara dengan memakai bra khusus. Bra dengan bahan katun adalah yang terbaik karena akan mencegah terjadinya kelembaban yang tentu saja akan mengiritasi puting. Hindari bra dengan kawat pada bagian bawahnya, karena bisa menekan saluran ASI dan menimbulkan penyumbatan.

Bersihkan payudara. Cuci dengan air hangat setiap hari. Jangan memakai sabun atau bahan pembersih lainnya, karena bisa mengiritasi puting. Perlu juga mencuci tangan jika akan menyentuh payudara untuk mencegah infeksi serta mengeringkannya dengan tisue yang bersih atau handuk.

Jaga puting tetap kering. Jangan memakai pelindung puting berbahan plastik atau ped menyusui yang dilapisi bahan plastik. Hal ini akan menjadikannya lembab (basah) dan menghalangi aliran udara.

Keadaan yang sering ditemukan pada payudara yang menyusui:

1. Penurunan suplai darah ke puting. Hal ini akan menyebabkan puting menjadi pucat dan terasa nyeri saat menyusui. Berbagai hal dapat menyebabkannya seperti konsumsi kafein. (harus mengurangi konsumsi kopi, teh, dan soda). Penyebab lainnya adalah merokok dan udara dingin. Obat2an tertentu juga bisa menyebabkan puting pucat dan nyeri.

2. Pembengkakan payudara. Akibat produksi yang berlebihan dan atau bayi kurang/tidak mengkonsumsi ASI, maka payudara akan membengkak dan terasa nyeri. Dengan memberi/menyusukan ke bayi maka gejala ini akan hilang. Tetapi jika bayi tidak mau amat , pengosongan dapat dilakukan dengan pumping.

3. ASI banjir. Beda dengan kondisi diatas, pada banjir ASI, payudara yang penuh bisa mencari jalan keluar, sehingga ASI menetes dari puting. Untuk menghentikannya silangkan lengan ke dada, dan tekan dengan lembut pada bagian putingnya. untuk menyerap kebocorannya saat beraktifitas, bisa memakai pad di payudara untuk menyerap kebocoran. Pakai baju berlapis dan hindari memakai baju warna solid agar kebocoran tidak sampai terlihat dari luar.

4. Nyeri puting. Sering awalnya puting akan lecet saat baru mulai menyusui. Hal ini akan membaik sejalan dengan jam terbang menyusui yang semakin meningkat. Disamping lecet, puting juga bisa retak2, atau bahkan berdarah jika posisi isapan bayi tidak tepat. Untuk mencegahnya, sempurnakan posisi mulut bayi saat menyusui. Pastikan mulut bayi “full” dengan payudara saat menyusui. Mulut dan gusi bayi harus mengkover seluruh areola (area disekitar puting), dan tidak hanya di puting saja.

5. Sumbatan Saluran ASI. Saluran ini berfungsi menyalurkan ASI dari area produksi menuju puting susu. Hal-hal yang dapat menyumbat antara lain ASI yang mengental, jaringan parut, atau ada sesuatu yang menekan saluran tersebut. Penyumbatan ini akan menyebabkan mengurangi bahkan menghentikan aliran ASI pada payudara tersebut., sehingga menyebabkan pembengkakan. Yang lebih parah dapat menyebabkan abses (bengkak bernanah) pada payudara. Untuk itu payudara harus selalu di kosongkan sekosong2nya. (memberikannya ke bayi atau pumping).

Untuk mengurangi rasa tidak nyaman di awal periode menyusui, bisa dilakukan latihan yang disebut : Prenatal nipple conditioning. Latihan ini berguna untuk mengurangi rasa tidak nyaman saat mulai menyusui. Lakukan latihan ini 2 kali sehari mulai 6 minggu sebelum bayi lahir.
Gerakannya berupa : pijat payudara dengan lembut, putar-putar puting susu dengan jari selama 1-2 menit. Jika perlu pakai krim khusus untuk memutar2nya, gosok/usap payudara handuk yang lembut selama 15 detik.

Cara mencegah masalah2 diatas saat menyusui.
1.Saat akan menyetop pemberian ASI/melepaskan bayi dari payudara, pastikan bayi tidak sedang mengisap puting. Untuk menghentikan isapan, masukkan jari ibu dengan lembut ke dalam mulut bayi, sehingga efek isapan jadi lemah karena ada celah antara mulut bayi dan payudara. Tujuannya supaya saat melepaskan bayi, puting susu ibu tidak teregang/ketarik mulut bayi.

2. Berikan ASI atau pumping minimal 8 kali perhari atau Beri ASI semau-maunya bayi. BAyi bisa menyusui 8-12 kali perhari atau bahkan lebih. Pastikan mulut bayi menempel penuh pada payudara, disamping mencegah cedera pada puting, juga ASI akan masuk secara optimal ke mulut bayi. Berikan ASI dari kedua payudara saat menyusui (bergantian). PAstikan ASI sudah kosong sebelum memindahkan ke payudara sebelahnya. kalau bayi sudah nggak mahu (kenyang) dan ASI masih ada, gunakan pompa untuk mengososngkan payudara dan ASI-nya disimpan kalau seandainya ibu gak sempat menyusui langsung di sesi menyusui berikutnya.

3. Cari posisi yang nyaman saat menyusui. Tempatkan bayi pada posisi dimana bayi dapat dengan mudah mengisap dengan nyaman. Posisi ini sifatnya relatif, tergantung masing2 individu dan bayi. Kalau sudah dapat posisi yang nyaman, maka gunakan posisi ini tiap kali menyusui. Jika posisi bayi tidak benar/tidak nyaman, maka mulut bayi tidak bisa nempel penuh (latch-on), ASi tidak lancar dan akibatnya bayi mengisap lebih kuat lagi akhirnya payudara akan lecet.

Agar mulut bayi latch-on masukkan areola (area hitam disekitar payudara) seluruhnya ke dalam mulut bayi. Untuk menilai apakah sudah latch-on:
a. Puting tidak sakit saat bayi menghisap, bayi akan langsung bisa menghisap ASI, dan pola hisap berubah dari cepat dan pendek, ke lambat dan dalam. Terdengar bayi menelan susu dan rahang bayi bergerak turun saat melakukan isapan.
b. Bentuk puting tidak berubah sebelum dan saat bayi selesai menyusui.

4. Rileks saat menyusui. Usahakan rileks dan tenang saat menyusui. Hal ini akan meningkatkan aliran ASI. tempelkan handuk basah hangat pada payudara atau mandi dengan shower hangat sebelumnya, karena kedua hal ini akan meningkatkan aliran ASI.

5. Bayi juga harus rileks saat menyusui. Bayi yang rileks saat menyusui, akan membuat bayi menyusui lebih maksimal. Pijat payudara saat akan mulai nyusui agar ASI segera mengalir. Jika bayi mengisap terlalu kuat dan payudara nyeri, rilekskan mulutnya dengan cara massase rahang bayi dibagian bawah telinganya. Lakukan dengan gerakan memutar (sirkuler) dan lebarkan mulutnya. Dagu bayi juga dapat diturunkan sedikit dengan sentuhan lembut pada bagian bawah dagunya. Hal ini akan membuat lidahnya terlepas. Selanjutnya jauhkan sedikit rahang bayi, sehingga ASI dapat keluar dengan lebih lancar lagi.

6. Gunakan pompa dengan benar. Baca instruksi pemakaiannya dan jaga pompa tetap dalam keadaan bersih. jika menyebabkan cidera pada payudara, maka hentikan pemakian pompa. Jangan pergunakan pad yang bisa mengiritasi dan melembabkan payudara secara berlebihan, karena hal ini akan meningkatkan risiko kerusakan puting dan infeksi.

7. Rutin minum air putih dan sayur hijau yang cukup, jika perlu minum pelancar ASI / ASI Booster Tea

Sumber: drdidispog.com

Perawatan kecantikan yang aman untuk ibu hamil

VIVAnews – Selain beberapa bahan kosmetik yang perlu dihindari selama hamil, ada beberapa perawatan kecantikan yang boleh dan tidak boleh dilakukan semasa kehamilan. Berikut ini adalah daftar populer produk yang aman untuk digunakan selama kehamilan.
– Krim Kulit
Sebagian besar peneliti menganggap penggunaan krim lotion selama kehamilan aman, karena tidak masuk dalam aliran darah. Selain itu, krim juga dapat membantu meningkatkan percaya diri dan membantu Anda merasa ‘bercahaya’ sepanjang kehamilan. Meski begitu, ada sebagian wanita yang merasa bau lotion terlalu menyengat sehingga memilih untuk tidak menggunakannya.

– Bikini Wax
Sebenarnya bikini wax cukup aman tetapi akan lebih menyakitkan jika dilakukanselama kehamilan. Jika Anda memiliki toleransi sakit yang tinggi, Anda mungkin bisa melanjutkan wax biasa tanpa khawatir. Namun, sebagian wanita merasa pembuluh darahnya rusak setelah diwax.

– Facial
Tidak masalah untuk dilakukan selama hamil. Hanya sebaiknya beritahukan kepada petugas facial bahwa Anda sedang hamil untuk menjaga kemungkinan kulit Anda lebih sensitif saat hamil.

– Produk Kosmetik
Yang perlu diperhatikan dalam memilih kosmetik yang aman selama kehamilan adalah pastikan tidak menggunakan campuran bahan kimia atau vitamin yang dapat mengurangi tanda-tanda penuaan karena dapat membahayakan janin.
Namun, berikut ini adalah beberapa hal yang harus dihindari karena peneliti tidak jelas apakah produk ini aman atau tidak. Dalam beberapa kasus, hal demikian terjadi karena kurangnya penelitian pada produk-produk yang bersangkutan.

Ada beberapa perawatan yang sebaiknya Anda hindari selama hamil.

– Bleaching
Jika Anda terbiasa memutihkan rambut di tubuh Anda, mungkin sebaiknya berhenti selama kehamilan. Walaupun hingga saat ini belum ada fakta yang menunjukkan penggunaan pemutih dapat menyebabkan bayi cacat saat lahir.

– Hair Depilatories
Masih belum ada kepastian apakah hal itu boleh dilakukan atau tidak selama hamil. Beberapa dokter merasa baik-baik saja karena mereka tidak percaya itu dapat diserap ke dalam tubuh.

– Mewarnai rambut
Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa penyorotan aman dilakukan selama kehamilan. Penyorotan biasanya tidak melibatkan penerapan langsung pewarna kimia pada kepala. Beberapa studi menunjukkan bahwa ada senyawa dalam cat rambut yang dapat menyebabkan bayi cacat lahir.

– Botox
Kebanyakan dokter beranggapan bahwa suntikan botox untuk wajah akan beredar ke dalam aliran darah dan membahayakan bayi. Namun demikian botox adalah racun. Sebaiknya, tunda melakukannya hingga Anda melahirkan.

– Body Wraps
Setiap jenis pembungkus tubuh yang menimbulkan panas pada tubuh, termasuk menutupi perut, mungkin tidak aman selama kehamilan. Sebuah pembungkus tubuh juga dapat menyebabkan dehidrasi, yang dapat meningkatkan risiko persalinan prematur. Terlalu panas juga dapat meningkatkan risiko bayi cacat tabung saraf.

Yang perlu diingat, ketika Anda ragu, sebaiknya selalu merujuk kepada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut tentang keamanan dari setiap produk kecantikan atau perawatan ketika hamil. Atau, lebih baik menghindarinya daripada mengambil risiko yang dapat membahayakan bayi dalam kandungan.

 

#perawatanibuhamil #bumil #menyusui #pelancarASI

 

Menyusui Saat Hamil

Hamil lagi saat masih menyusui sering terjadi di dalam budaya/ bangsa mana saja. Dalam budaya kita ada kebiasaan untuk segera menghentikan menyusui ketika diketahui hamil lagi. Pandangan ini tidak betul sepenuhnya. Pada sebagian besar wanita, menyusui saat hamil sebetulnya oke-oke saja selagi yang bersangkutan cukup makan dan minum.

Dalam kondisi-kondisi tertentu memang sebaiknya tidak dilakukan seperti ada riwayat persalinan kurang bulan, riwayat keguguran dan riwayat perdarahan. dalam kondisi2 diatas menyusui dihindari karena saat bayi mengisap puting maka akan keluar hormon oksitosin yang fungsinya merangsang kelenjar susu agar mengeluarkan ASI.

Hormon ini juga merangsang kontraksi rahim, sehingga bisa menimbulkan persalinan kurang bulan, keguguran dan perdarahan pada wanita dengan riwayat-riwayat kelainan diatas. Tetapi jika tidak ada riwayat kelainan tersebut, maka aman-aman saja untuk mempraktekkan pemberian ASI saat hamil.

Saat proses kehamilan berlanjut maka ASI akan berubah bentuknya kembali menjadi kolustrum, yaitu saat usia kehamilan 4-5 bulan. Akibat perubahan ini maka bayi yang sedang menyusui akan merasakan adanya perubahan ini. Disamping itu juga jumlahnya menurun. Maka bayi sering dengan sendirinya akan berhenti nga-ASI. Namun tidak jarang ada juga bayi yang masih mau terus lanjut. Tidak perlu dihentikan dan tidak usah khawatir untuk melanjutkannya. Tetapi tentu saja tidak bisa hanya mengandalkan kolustrum untuk bayi yang sudah besar, dibutuhkan susu formula agar bayi tidak kurang gizi.

Selanjutnya jika bayi yang dikandung lahir, maka silakan untuk melakukan tandem menyusui bayi dengan adiknya. Cuma saat menyusui tandem ini sering terjadi mastitis (puting lecet dan meradang). Hati-hati jika memutuskan untuk menyapih bayi yang besar karena bisa secara psikologis sang bayi merasa di”tinggal”kan.

Dengan adanya beberapa persoalan yang bisa terjadi jika menyusui saat hamil, maka ada baiknya jangan sampai terjadi. Tetapi jika terjadi kehamilan juga ? Lakukan saja seperti yang dijelaskan diatas. Happy Breastfeeding !!!

#menyusui #hamil #tandem #pelancarASI

Makanan yang Harus Dihindari Saat Hamil

#makanan #bumil #ibuhamil #menyusui #persalinan #pelancarASI #boosterASI #ASIboostertea

Memakan makanan yang seimbang sangat diperlukan terutama selama kehamilan. Berbagai nutrisi penting , vitamin dan mineral sangat dibutuhkan bayi yang sedang berkembang. Secara umum makanan yang ada adalah aman untuk di konsumsi, tetapi terdapat beberapa jenis makanan yang harus dihindari saat hamil.

  1. Daging mentah: Daging mentah dan setengah matang sebaiknya dihindari karena risiko kontaminasi kuman seperti bakteri coliform, toxoplasmosma, dan salmonella.
  2. Daging slice (Deli Meat): daging jenis ini telah diketahui terkontaminasi dengan listeria, yang bisa menyebabkan keguguran. Listeria mampu melewati sawar darah plasenta sehingga sampai ke bayi yang dapat menyebabkan kematian bayi. Daging jenis ini bisa dimakan asalkan dipanaskan kembali sampai mendidih.
  3. Ikan dengan Merkuri: Ikan yang mengandung merkuri dengan kadar yang tinggi harus dihindari. Merkuri diyakini menyebabkan gangguan pertumbuhan dan kerusakan otak. Ikan2 yang banyak mengandung merkuri misalnya: hiu, ikan todak, ikan mackerel, dan tilefish.
  4. Makanan yang diasap: makanan yang diasap harus dihindari karena kemungkinan terkontaminasi dengan Listeria. Makanan jenis ini aman dimakan jika dimasak dengan matang. Makanan yang diasapi sendiri juga aman untuk dimakan.
  5. Ikan yang terkontaminasi polutan industri: hindari memakan ikan yang berasal dari sungai atau danau yang merupakan tempat pembuangan sisa industri seperti polychlorinated biphenyls.
  6. Kerang/gonggong mentah atau setengah matang: dapat menyebabkan infeksi (usus) terutama pada yang mentah atau setengah matang.
  7. Telur mentah: telur mentah atau makanan yang mengandung telur mentah (seperti mayonis dll) harus dihindari karena kemungkinan terpajan dengan kuman salmonella. Tetapi jika produk ini dimasak dalam pembuatannya maka akan mengurangi risikonya.
  8. Keju lunak: kemungkinan terkontaminasi Listeria, tetapi jika dibuat dengan susu yang dipasteur maka aman untuk dimakan.
  9. Susu tanpa pasteurisasi: bisa mengandung listeria.
  10. Caffein: jika dikonsumsi tidak berlebihan masih aman. Namun sebaiknya dihindari di trimester pertama. Konsumsinya tidak boleh melebihi 300 mg per hari selama kehamilan. Konsumsi yang berlebihan bisa menimbulkan abortus, lahir kurang bulan dan berat lahir rendah.
  11. Alkohol: Tidak diketahui berapa jumlah alkohol yang aman buat kehamilan jadi sebaiknya dihindari saja. Juga harus dihindari pada wanita yang menyusui.
  12. Sayuran yang tidak dicuci dengan baik: cuci dengan baik agar terhindar dari tokoplasma.

 Sumber: drdidispog.com

Mitos Seputar Persalinan

 

Membicarax banner copy 100pxkan mengenai mitos dan fakta seputar kehamilan maupun kelahiran memang tidak akan pernah ada habisnya. Mitos telah menjadi adat istiadat yang bersifat turun temurun dari orang tua kita terdahulu, menjadi suatu hal yang biasa dan sangat mereka yakini.
Tidak sedikit mitos yang hanya tinggal mitos, bahkan tidak layak untuk sekedar diyakini. Namun ternyata banyak pula mitos yang dapat dinalar, diterima oleh akal dan ternyata ada faktanya. Sehingga tidak ada salahnya apabila sekali waktu kita mengulas soal mitos-mitos yang banyak ditemui di masyarakat sekaligus mengetahui faktanya!

1. Minum rendaman air rumput Fatimah akan merangsang mulas.
Memang, rumput Fatimah bisa membuat mulas pada ibu hamil, tapi apa kandungannya belum diteliti secara medis. Rumput fatimah atau biasa disebut Labisia pumila ini, berdasarkan kajian atas obat-obatan tradisional di Sabah, Malaysia, tahun 1998, dikatakan mengandung hormon oksitosin yang dapat membantu menimbulkan kontraksi. Tapi, apa kandungan dan seberapa takarannya belum diteliti secara medis. Jadi, harus dikonsultasikan dulu ke dokter sebelum meminumnya. Karena, rumput ini hanya boleh diminum bila pembukaannya sudah mencapai 3-5 cm, letak kepala bayi sudah masuk panggul, mulut rahim sudah lembek atau tipis, dan posisi ubun-ubun kecilnya normal. Jika letak ari-arinya di bawah atau bayinya sungsang, tak boleh minum rumput ini karena sangat bahaya. Terlebih jika pembukaannya belum ada, tapi si ibu justru dirangsang mulas pakai rumput ini, bisa-bisa janinnya malah naik ke atas dan membuat sesak nafas si ibu. Mau tak mau, akhirnya dilakukan jalan operasi.

2. Keluarnya lendir semacam keputihan yang agak banyak menjelang persalinan, akan membantu melicinkan saluran kelahiran hingga bayi lebih mudah keluar.
Ini tak benar! Keluarnya cairan keputihan pada usia hamil tua justru tak normal, apalagi disertai gatal, bau, dan berwarna. Jika terjadi, segera konsultasikan ke dokter. Ingat, bayi akan keluar lewat saluran lahir. Jika vagina terinfeksi, bisa mengakibatkan radang selaput mata pada bayi. Harus diketahui pula, yang membuat persalinan lancar bukan keputihan, melainkan air ketuban. Itulah mengapa, bila air ketuban pecah duluan, persalinan jadi seret.

3. Minum minyak kelapa memudahkan persalinan.
Minyak kelapa, memang konotasinya bikin lancar dan licin. Namun dalam dunia kedokteran, minyak tak ada gunanya sama sekali dalam melancarkan persalinan. Mungkin secara psikologis, ibu hamil menyakini, dengan minum dua sendok minyak kelapa dapat memperlancar persalinannya. Jika itu demi ketenangan psikologisnya, maka diperbolehkan, karena minyak kelapa bukan racun.

4. Minum madu dan telur dapat menambah tenaga untuk persalinan.
Madu tak boleh sembarangan dikonsumsi ibu hamil. Jika BB-nya cukup, sebaiknya jangan minum madu karena bisa mengakibatkan overweight. Bukankah madu termasuk karbonhidrat yang paling tinggi kalorinya? Jadi, madu boleh diminum hanya jika BB-nya kurang. Begitu BB naik dari batas yang ditentukan, sebaiknya segera hentikan. Demikian juga dengan telur, pada dasarnya selama telur itu matang maka tidak akan berbahaya bagi kehamilan. Hal ini disebabkan karena telur banyak mengandung protein yang dapat menambah kalori tubuh.

5. Makan duren, tape, dan nanas bisa membahayakan persalinan.
Ini benar karena bisa mengakibatkan perndarahan atau keguguran. Duren mengandung alkohol, jadi panas ke tubuh. Begitu juga tape serta aneka masakan yang menggunakan arak, sebaiknya dihindari. Buah nanas juga, karena bisa mengakibatkan keguguran.

6. Makan daun kemangi membuat ari-ari lengket, hingga mempersulit persalinan.
Yang membuat lengket ari-ari bukan daun kemangi, melainkan ibu yang pernah mengalami dua kali kuret atau punya banyak anak, misal empat anak. Ari-ari lengket bisa berakibat fatal karena kandungan harus diangkat. Ibu yang pernah mengalami kuret sebaiknya melakukan persalinan di RS besar. Hingga, bila terjadi sesuatu dapat ditangani segera.

7. Morning sickness adalah tanda janin yang Anda kandung sehat.
Menurut Dr. Evan Saunders, spesialis Obstetri dan Ginekologi dari University of Winconsin School of Medicine, Amerika, gangguan mual tersebut disebabkan oleh perubahan kadar hormon yang terjadi pada awal kehamilan. Ini berarti tubuh Anda sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk janin yang sedang tumbuh di dalam rahim. Selain itu, dalam penelitiannya terhadap dua kelompok ibu yang mengalami mual dan tidak mengalami mual, Sunders menemukan kelompok kedua ternyata menunjukkan angka keguguran yang lebih besar dibanding kelompok pertama.

9. Penggunaan komputer, microwave, atau pemeriksaan metal detector pada waktu hamil tidak aman untuk pertumbuhan janin.
Penelitian Dr. Saunders menunjukkan, penggunaan komputer dan microwave tidak berbahaya bagi janin. Demikian pula pemeriksaan dengan metal detector di hotel, pusat perbelanjaan atau airport, aman bagi janin.

10. Jika mengoleskan krim yang tepat, Anda tidak akan mengalami stretch marks (garis-garis di perut atau paha yang terjadi akibat kehamilan).
Sampai sekarang, berbagai krim itu hanya bisa mengurangi garis-garis yang muncul serta mengurangi rasa gatal yang mungkin menyertainya. Sebab, stretch marks itu lebih dipengaruhi oleh faktor gen. Kalau kita memang sudah membawa bibit untuk mengalami stretch marks, ditambah dengan berat badan yang meningkat luar biasa selama hamil, maka krim yang kita oleskan tak berarti banyak. Menghilangkan stretch marks bisa dengan operasi laser (stretch marks laser surgery), yang tindakannya sangat ringan. Namun, tindakan ini belum tentu juga bisa menghilangkan stretch marks, karena tergantung seberapa parah robekan jaringan kulit tersebut.

11. Jika kehamilan sudah cukup bulan dan Anda ingin segera mengalami proses persalinan, coba saja berhubungan intim dengan suami.
Mitos itu ada benarnya juga. Sebab, hormon prostaglandin yang ada di cairan semen (cairan yang dikeluarkan pria ketika ejakulasi), dapat menimbulkan kontraksi rahim dan melembutkan leher rahim. Dengan demikian, proses persalinan mungkin saja terjadi lebih cepat. Selain itu, orgasme juga bisa memicu timbulnya kontraksi rahim. Tapi, kalau memang belum waktunya melahirkan, berhubungan intim beberapa kali pun tak akan membuat Anda segera melahirkan.

12. Mengonsumsi makanan pedas menyebabkan ibu yang hamil tua jadi cepat melahirkan.
Sebenarnya, ibu hamil tidak punya pantangan makanan tertentu. Tapi, ada makanan yang sebaiknya dihindari, seperti makan yang berasal dari keju yang sangat lembik atau keju dari susu mentah. Makanan-makanan ini dikhawatirkan cepat busuk, sehingga mengandung bakteri yang disebut lysteria. Bakteri inilah yang sering dihubungkan dengan kemungkinan penyebab keguguran atau persalinan dini.

13. Persalinan normal akan menyebabkan lemahnya fungsi kandung kemih.
Mungkin, ada wanita yang pernah melahirkan dengan proses persalinan normal (melalui vagina) dan kebetulan mengalami kerusakan otot dan jaringan ikat rongga panggul, sehingga menyebabkannya tak bisa menahan keluarnya air kencing. Asal tahu saja, kondisi ini sebenarnya jarang sekali ditemui. Jika Anda takut, lalu merencanakan untuk operasi caesar hanya karena menganggap bahwa operasi lebih aman daripada melahirkan secara normal, maka Anda harus berpikir dua kali. Sebab, operasi caesar merupakan operasi besar yang juga berisiko (termasuk kemungkinan teririsnya kandung kemih ketika dilakukan operasi). Sebenarnya, untuk menguatkan otot panggul yang menyangga kandung kemih, Anda juga dapat melakukan latihan Kegel. Latihan itu dapat dilakukan ketika hamil dan seminggu setelah Anda melahirkan. Caranya, kerutkan otot seputar vagina, lakukan usaha seperti menahan kencing dan tahan sekitar 10 detik, kemudian lepaskan lagi. Lakukan hal ini sepuluh kali setiap hari

14. Begitu cairan ketuban pecah, bayi akan segera lahir.
Pada umumnya, setelah air ketuban pecah, masih membutuhkan waktu berjam-jam untuk kontraksi sampai bayi lahir. Namun, dengan pecahnya ketuban, proses persalinan memang harus segera dilaksanakan. Karena, dikhawatirkan bakteri di vagina akan masuk ke rahim dan menyebabkan infeksi pada janin.Lebih baik lagi jika Anda datang ke rumah sakit atau rumah bersalin sebelum ketuban pecah. Dokter atau bidan biasanya akan membantu memecahkan kantung ketuban, agar kepala bayi bisa masuk ke rongga panggul pada saat yang tepat.

15. Ketika Anda mulai diinduksi (dirangsang agar terjadi kontraksi), tak lama kemudian Anda akan langsung melahirkan.
Setelah diinduksi, mungkin saja kontraksi baru terjadi beberapa jam kemudian. Bahkan, bisa saja tak terjadi kontraksi sama sekali. Asal tahu saja, pada akhir kehamilan, leher rahim biasanya mulai melunak untuk persiapan proses persalinan. Lalu ketika diinduksi, biasanya obat yang diberikan akan melembutkan dan memipihkan jaringan leher rahim, sehingga terjadi kontraksi.Dalam proses induksi semacam itu, dokter biasanya memberikan pitocin, yaitu hormon sintetis. Namun, karena banyak faktor yang dapat menyebabkan proses persalinan berlangsung lancar atau macet, maka induksi pun belum tentu merupakan cara yang pas untuk memacu persalinan. Buktinya, ada juga ibu hamil yang sudah “lewat waktu” persalinannya, setelah diinduksi selama 24 jam ternyata hanya mengalami pembukaan beberapa cm saja. Dalam kondisi yang langka seperti itu, proses persalinan harus berakhir di meja operasi.

16. Mengepel lantai, banyak ‘jongkok’ dan ‘nungging’ akan mempercepat proses kelahiran.
Bila kandungan sudah cukup bulan, seorang ibu hamil justru disarankan banyak melakukan aktifitas untuk dapat melancarkan persalinan. Bahkan gerakan seperti ‘nungging’ saat mengepel atau banyak berjalan kaki adalah pilihan aktifitas yang bisa dipertimbangkan.

17. Tidak boleh bersenggama
Dari sisi medis, jelas dr. Chairulsjah Sjahruddin, SpOG, MARS, sanggama memang dilarang selama 40 hari pertama usai melahirkan. Alasannya, aktivitas yang satu ini akan menghambat proses penyembuh- an jalan lahir maupun involusi rahim, yakni mengecilnya rahim kembali ke bentuk dan ukuran semula. Selain karena fungsi hormonal tubuh yang bersang- kutan belum kembali aktif bekerja. Kalau sanggama dipaksakan terjadi dalam tenggang waktu itu, kemungkinan yang terjadi bisa macam-macam. Di antaranya infeksi atau malah perdarahan. Sebabnya, mukosa jalan lahir setelah persalinan sangat peka akibat banyaknya vaskularisasi/aliran darah, hingga terjadilah perlunakan mukosa jalan lahir. Dengan berjalannya waktu, vaskularisasi ini kian berkurang dan baru akan normal kembali 3 bulan setelah bersalin. Belum lagi libido yang mungkin memang belum muncul ataupun pengaruh psikologis, semisal kekhawatiran akan robeknya jahitan maupun ketakutan bakal hamil lagi.

18. Mempunyai panggul sempit tidak dapat melahirkan normal.
Selama ini banyak mitos yang berkembang mengenai hubungan panggul dan kemampuan melahirkan secara normal. Untuk itu, ada baiknya Anda melihat informasi di bawah ini:
• Panggul bukan pinggul
Panggul merupakan kumpulan tulang dengan sedikit otot, sedangkan pinggul merupakan kumpulan otot dan lemak. Jadi, seseorang yang memiliki pinggul besar belum tentu panggulnya juga besar.
• Kurus
Wanita bertubuh kurus bukan berarti memiliki panggul yang kecil. Tidak ada hubungan antara berat badan dengan ukuran panggul.
• PendekWanita dengan tinggi kurang dari 145 cm memang dapat diindikasikan memiliki panggul yang kecil dan sempit. Tetapi, ini hanya merupakan indikasi, bukan sesuatu yang pasti. Butuh pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikannya. Selama ukuran bayinya proporsional dengan ukuran jalan lahir serta bisa memenuhi syarat-syarat kelahiran normal, maka tidak ada masalah.
Sebenarnya, kelancaran persalinan sangat tergantung faktor mental dan fisik si ibu. Faktor fisik berkaitan dengan bentuk panggul yang normal dan seimbang dengan besar bayi. Sedangkan faktor mental berhubungan dengan psikologis ibu, terutama kesiapannya dalam melahirkan. Bila ia takut dan cemas,bisa saja persalinannya jadi tidak lancar hingga harus dioperasi. Ibu dengan mental yang siap bisa mengurangi rasa sakit yang terjadi selama persalinan.

19. Kaki harus lurus
Menurut Koesmariyah, baik saat berjalan maupun berbaring, kaki harus lurus. Dalam arti, kaki kanan dan kiri enggak boleh saling tumpang tindih ataupun ditekuk. Selain agar jahitan akibat robekan di vagina tak melebar ke mana-mana, juga dimaksudkan supaya aliran darah tetap lancar alias tak terhambat. Secara medis, posisi kaki yang lurus memang lebih menguntungkan karena membuat aliran darah jadi lancar.
Sedangkan mobilisasi secara umum, pada dasarnya boleh dan malah harus dilakukan. Makin cepat dilakukan kian menguntungkan pula. Dengan catatan, kondisi si ibu dalam keadaan baik, semisal tak mengalami perdarahan atau kelainan apa pun saat melahirkan. Selain patokan bahwa dalam 8 jam pertama setelah melahirkan ia sudah bisa BAK dan BAB serta selera makannya bagus. Begitu juga tensi, denyut nadi, dan suhu tubuhnya dalam batas normal. Soalnya, jika tak bisa BAK dan BAB berarti ada sesuatu yang enggak beres yang akan berpengaruh pada kontraksi dan proses involusi (pengecilan kembali) rahim.

20. Tidak boleh tidur siang
Pantangan yang satu ini kedengarannya keterlaluan. Bayangkan, meski ngantuk setengah mati lantaran sering terbangun malam hari karena harus menyusui dan menggantikan popok si kecil, si ibu tak boleh tidur siang. Menurut Chairulsjah, tidur berkepanjangan memang mengundang proses recovery yang lebih lambat. “Makin lama berbaring makin besar pula peluang terjadi tromboemboli atau pengendapan elemen-elemen garam.” Lalu bila si ibu bangun/berdiri mendadak, endapan elemen tersebut dikhawatirkan lepas dari perlekatannya di dinding pembuluh darah. Padahal akibatnya bisa fatal, lo. Endapan-endapan tadi bisa masuk ke dalam pembuluh darah lalu ikut aliran darah ke jantung, otak dan organ-organ penting lain yang akan memunculkan stroke.

21. Tak boleh keramas
Pantangan yang satu ini dicemaskan bisa membuat si ibu masuk angin. Itu sebab, sebagai gantinya rambut cukup diwuwung, yakni sekadar disiram dengan air dingin. Lagi-lagi, penyiraman ini diyakini agar darah putih bisa turun dan tak menempel di mata. Namun agar tak bau apek dan tetap harum disarankan menggunakan ratus pewangi. Tentu saja pantangan semacam itu untuk kondisi jaman sekarang dirasa memberatkan. Terlebih untuk ibu-ibu yang harus sering beraktivitas di luar rumah. Sedangkan mandi boleh-boleh saja asal dilakukan jam 5 atau 6 untuk mandi pagi dan sebelum magrib untuk mandi malam. Penggunaan air dingin, katanya, justru lebih baik ketimbang air hangat karena bisa melancarkan produksi ASI.

22. Hindari makan jemek
Golongan makanan yang harus dijauhi adalah pepaya, durian, pisang, dan terung. Karena konon ragam makanan tadi bisa dikhawatirkan bikin benyek organ vital kaum Hawa. Termasuk makanan bersantan dan pedas karena pencernaannya bakal terganggu yang bisa berpengaruh pada bayinya. Begitu juga ikan dan telur asin serta makanan lain yang berbau amis karena dikhawatirkan bisa menyebabkan bau anyir pada ASI yang membuat bayi muntah saat disusui. Selain juga, proses penyembuhan luka-luka di jalan lahir akan lebih lambat.
Secara medis, menurut Chairulsjah, tak benar anggapan untuk pantang pepaya dan pisang yang justru amat dianjurkan karena tergolong sumber makanan yang banyak mengandung serat untuk memudahkan BAB. Ikan dan telur juga merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik dan amat dibutuhkan tubuh. Sedangkan durian memang tak dianjurkan karena kandungan kolesterolnya tinggi, selain memicu pembentukan gas yang bisa mengganggu pencernaan.

23. Tidak boleh bepergian
Kalau dipikir-pikir larangan ini, bertujuan supaya si ibu tak terlalu letih beraktivitas. Kalau capek bisa-bisa ASI-nya berkurang. Kasihan si kecil. Karena biasanya seumur ini sedang kuat-kuatnya menyusu. Belum lagi kemungkinan si bayi rewel ditinggal ibunya terlalu lama. Sementara kalau diajak pun masih kelewat kecil. Malah takut ada apa-apa di jalan, terutama kalau menggunakan angkutan umum. Bepergian pun membuat si ibu jadi tak tahan menghadapi aneka godaan untuk menyantap segala jenis makanan yang dipantang.

Sumber: bidankusholihah.blogspot.com

Tanda – Tanda Persalinan

#persalinan #kehamilan #menyusui #pelancarASI #ASIBoosterTea #boosterASI

Waktu kelahiran bayi tidak bisa diprediksi secara pasti, paling hanya diberikan rentang waktu kapan bayi akan lahir, malah kadang2 bisa melewati waktu perkiraan persalinan(kehamilan lewat waktu). Sampai detik ini juga para ahli belum bisa memastikan apa yang memicu persalinan (trigger-nya). Sehingga kapan pastinya persalinan mulai hanya menjadi rahasia Tuhan.
Tubuh melakukan persiapan untuk proses kelahiran dimulai satu bulan sebelumnya. Berikut ini gejala2 yang mungkin dirasakan ibu ketika waktu persalinan sudah dekat:

Bayi terasa “turun”
Pada kehamilan pertama, bumil akan merasakan rasa berat didaerah panggul (seperti ada yang mau keluar). Hal ini terjadi akibat penekanan kepala bayi pada jalan lahir.

Kontraksi Braxton Hicks yang semakin sering.
Kontraksi Braxton Hicks yang semakin sering dan kuat dapat merupakan petunjuk akan persalinan yang sudah dekat. Nyeri dirasakan seperti rasa kram saat haid. Kadang2 saat persalinan sudah dekat, kontraksi Braxton Hicks relatif nyeri dengan interval 10-20 menit. Tapi jika kontraksi tidak semakin lama, menguat dan intervalnya memendek maka kemungkinan suatu persalinan palsu.

Leher rahim akan “matang”.
Dalam hitungan hari atau minggu sebelum persalinan, kontraksi Braxton Hicks akan melembutkan, menipiskan dan bahkan membuka leher rahim sedikit. Pada wanita yang pernah melahirkan leher rahim biasanya sudah terbuka 1-2 cm sebelum persalinan.

Bloody Show
Keluar lendir bercampur darah. Darahnya bisa berwarna kecoklatan, merah jambu atau merah darah. Bloody Show ini sebetulnya merupakan sumbatan lendir (mukus) di leher rahim yang terjadi di akhir kehamilan. Lendir ini juga bisa keluar duluan saat ML atau saat dilakukan pemeriksaan dalam. Jika hal ini yang terjadi maka bisa saja persalinan tidak mulai2.

Keluar air (pecah ketuban).
Jika selaput ketuban pecah, maka akan terjadi kebocoran air ketuban. Secara sederhana dapat dikenali dengan ciri tidak bisa ditahan dan baunya rada amis (kala pipis masih bisa di tahan dan baunya pesing). Pada umumnya ketuban ini akan pecah belakangan yaitu saat pembukaan hampir lengkap atau pembukaan lengkap, tapi ada sebagian wanita yang mengalami pecah ketuban dulu kemudian diikuti rasa sakit persalinan. Tetapi jika persalinan tidak juga muncul maka akan dilakukan induksi persalinan setelah waktu tertentu (umumnya 6 jam), mengingat risiko infeksi pada bayi dan ibu yang akan terjadi.

Sangat sulit untuk mengetahui dengan pasti kapan tepatnya persalinan “asli” bermula karena adanya kontraksi Braxton Hicks ini. Sebagai patokan sederhana jika kontraksi/rasa sakit persalinan tadi semakin pendek intervalnya, semakin kuat dan lama intensitasnya dan apapun yang dilakukan bumil tidak menghilangkan sakit tersebut maka boleh dikatakan persalinan “asli” sudah mulai/terjadi.

Kapan harus dibawa ke penolong persalinan ? Ibu hamil jangan buru2 pergi mencari pertolongan jika muncul “bloody show”. Jika kehamilannya tidak ada risiko (hamil normal) cari pertolongan jika kontraksinya sudah setiap 15 menit sekali. untuk diketahui, saat pembukaan lengkap, interval kontraksi terjadi saban 2-3 menit sekali dengan durasi bisa lebih dari 40 detik.

Hal2 berikut perlu diperhatikan dan harus segera dibawa ke penolong persalinan:
* Pecah ketuban, ditandai dengan keluarnya air2 yang banyak.
* Bayi kurang aktif.
* Terjadi perdarahan (bleeding), nyeri perut yang konstan atau demam.
* Terjadi kontraksi sebelum usia hamil 37 minggu.
* Sakit kepala yang berat, pembengkakan (edema) pada kaki dan perut, nyeri ulu hati.

Terakhir, sebagian wanita berpandangan bahwa berbagai gejala yang timbul adalah hanya bagian dan bawaan kehamilan, sementara bagi sebagian lainnya setiap gejala baru yang muncul dianggap sebagai masalah. Dengan mengetahui gejala2 mana saja yang tidak boleh dianggap sepele dapat membantu ibu hamil menentukan sikap yang tepat untuk pergi ke penolong persalinan.

Karena setiap kehamilan berbeda, maka jika tidak yakin gejala yang timbul serius atau tidak, ada baiknya mendatangi penolong persalinan untuk dipastikan bahwa memang gejala yang timbul tidak serius.

Sumber: drdidispog.com

Pijat Payudara sendiri di rumah, untuk melancarkan ASI

Pijit oksitosin bisa dicoba sendiri di rumah lo

Mungkin di rumah ada suami atau orang2 tersayang lainnya, bisa Bunda libatkan dalam proses ini.
Pijitan dilakukan pada daerah punggung bagian atas sampai tengah.
Pijitan bisa dilakukan dengan sentuhan tangan langsung, tanpa alat bantu apapun.

Bunda silahkan membiarkan payudara bebas lepas tanpa tertutup kain sehelai pun .
Jika ada kursi makan, Bunda bisa menasiwebidggunakannya sebagai tempat duduk, menghadap ke belakang (ke arah sandaran). Kepala bisa ditidurkan di bagian sandaran (hadap samping), dengan berbantalkan kedua tangan yang dilipat di atas sandaran. Jika ada kursi di depan meja, Bunda juga bisa duduk di kursi dan merebahkab kepala di meja berbantalkan lipatan tangan Bunda sendiri. Selanjutnya Bunda cukup rileks

Pemijit bisa mulai meraba bagian belakang leher Bunda, di bagian bawah tengah ada bagian yang menonjol. Kurang lebih 2 jari dibawah tonjolan itu akan ditemukan tulang belakang. Selanjutnya, 2cm ke kiri dan 2cm ke kanan dari bagian tadi, dari situlah pemijitan akan dimulai.

Dengan menggunakan ujung ibu jari atau ujung telunjuk atau lipatan ruas jari manapun yng menurut Bunda paling nyaman, dibuat gerakan memutar/spiral, atau seperti gerakan menguleg, perlahan turun kebawah sampai kira2 bagian bawah tali beha, naik kembali ke posisi semula, turun lagi, begitu seterusnya sampai Bunda merasa cukup.

Jika ada ASI yang menetes/mengucur, bisa dilanjutkan perahan lembut pada payudara untuk mengeluarkan ASI yang tersumbat tadi, supaya tidak sakit.

Pijitan ini bisa dilakukan kapanpun oleh orang2 tersayang lo.

 

Disunting dari : Desy Primaningtyas via fb

 

______________________________

abt hebat