Tahapan makanan MPASI (6m-2y)

Setelah ASI eksklusif 6 bulan, biasanya anak mulai diberi makanan pendamping. Tapi, bukan berarti pemberian ASI dihentikan, lho. Mama bisa tetap menyusui dan memadukan dengan makanan pendamping ASI atau biasa dikenal MPASI.

Namun, agar si kecil tidak ‘kaget’ saat mulai diberikan MPASI, ada beberapa tahap yang perlu Anda perhatikan.

Tekstur: Mulailah dengan makanan lumat yang mudah dicerna.
Bentuk: Agak cair menyerupai ASI, lalu secara bertahap dikentalkan.
Porsi: Satu-dua sendok makan sudah cukup baginya, karena lambungnya masih kecil.

Berikut jadwalnya per hari:
1. Usia 6 bulan

– ASI sesuka bayi
– Bubur serelia (tepung beras) atau nasi tim saring –> 1 kali
– Sayur atau buah –> 1 kali

2. Usia 7-8 bulan

– ASI sesuka bayi
– Bubur serelia –> 1 kali
– Nasi tim saring –> 1-2 kali
– Sayur atau buah –> 2 kali

3. Usia 9-12 bulan

– ASI sesuka bayi
– Nasi tim agak kasar –> 3 kali
– Buah/biskuit –> 2 kali

4. Lebih dari 12 bulan

– ASI sesuka bayi
– Nasi lembek dengan lauk –> 3 kali
– Buah/biskuit –> 2 kali

_____________________________________

asiwebid

Sharing Menyusui – bunda tsaqiif

Awal-awal lahiran ASIku ga keluar, dipompa pun cuma tetes-tetes. Jadi babyku aq kasih sufor. Khawatir sih katanya sufor banyak jeleknya. Aku telaten minum jamu selama 40 hari buat melancarkan ASI walo rasanya pahit ditahan-tahan demi baby. Hasilnya sekali perah dapat 5 ml kadang juga kurang. Tapi kasihan juga ya masa baby bisa puas cuma dg ASI 5 ml? Aku browsing gimana bisa melancarkan ASI belajar dari satu forum ke forum yang lain. Akhirnya landing pada suatu web luar negeri membicarakan s***ed tea. Testimoninya juga banyak menggiurkan sampe punya stok ASIP sekulkas. Tapi ada ga ya di Indo? Aq search lagi deh ketemu Best Bunda. Sayang, produknya kosong dan ditawari produk yang katanya komposisinya sama. Bentuknya biji-bijian, takaran bisa diatur sendiri mau hemat atau berlebih. Kalo dibandingin sama produk yg bentuknya teh celup, memang tidak praktis, takutnya juga kertas saringnya yg celupan mengandung pemutih atau bahan lain yg tdk aman. Tapi mengingat bisa untuk pemakaian berkali-kali 40an gelas lebih (kayaknya lebih hemat yg bentuk bijian), lebih berat dari teh celup yg isinya 10-16 kantong (waktu itu harganya teh celup 140ribuan) Aq memilih ASI BOOSTER TEA saja. Bismillah semoga ngefek, lumayan jauh lebih murah dan lebih berat.

Aq sebenernya ga gampang buat belanja online, kecuali bener2 butuh banget dg pertimbangan yg sangat matang. Sempet mau batal loh karena liat harganya. Apalagi saat itu katanya promo disc tapi setelah sms ga promonya habis, diganti cashback :(( Tapi dengan pertimbangan kasihan baby yg dalam mindsetku harus segera lepas sufor, dan target sebelum bulan puasa harus sudah ada peningkatan produksi ASI (paling tidak, bisa mengenyangkan baby setelah menyusu selagi puasa, Alhamdulillah kalo sampe punya stok ASIP). Belilah aq Asi booster ini.

Aturan konsumsinya diseduh dg air panas, tapi kok warnanya ijo kaya kurang terekstrak. Jadinya aq rebus lagi sampai cokelat seperti teh. Aq buatnya 1 sdm dg 1 teko teh 700 ml jg bisa lebih airnya. Sehari harus habis. Rasanya tawar ga pahit kayak jamu, cuma beraroma herbal. Hasilnya produksi ASI sekali perah dari biasa 5 ml jadi 20 ml dalam 3 hari. Meningkat terus dan teruuus… Sampe terakhir ngukur di botol 60-80 ml. Setelah itu ga pernah pumping lagi karena sayang takut kebuang. Cz babyku udah biasa nenen langsung ga mau pake dot lagi. Setelah pumping baru kasih nenen langsung 🙂 Alhamdulillah payudara cepat kencang terasa penuh. Dari dulunya yang sering rewel mungkin karena lapar terus buat ngenyangin aq kasih sufor, sekarang habis nenen ga pernah rewel. Lepas sufor total saat baby umur 3 mingguan. Mungkin kalo diperah sampai 100 ml lebih kali yah? Walo cita2 punya stok ASIP ga terkabul karena baby ga mau ngedot dan susah disendokin, yg penting dy sering menyusu dan kenyang dg ASI yang kontinyu melimpah 🙂

Oh ya, kalo pumping bwt hasil maksimal jangan pakai pompa dg bola karet merah (ini bikin ASI semakin kering) pakai yg sistem piston aja atau dg tangan dan lakukan jika hendak/sebelum menyusui bayi ^^

satu lagi, coba berbagi tips aja ni,

Kunci Sukses Menambah Kuantitas ASI

Susui sesering mungkin. Susui maksimal 2 jam sekali. Supply ASI = Demand. Semakin sering menyusui semakin banyak kuantitas ASI. Bersabarlah dalam minggu-minggu pertama. Setidaknya dalam sehari 8-12 kali menyusui. Jika ibu bekerja ASI bisa sesering mungkin diperah. Menyusui langsung pada payudara merangsang hormon prolaktin dan oksitosin bekerja. Susui bayi selama 30 menit, bisa dibagi 15 menit pertama payudara satu, dan 15 menit lagi untuk payudara yang lain.
Pastikan perlekatan bayi pada payudara sudah benar. Duduklah dengan nyaman. Saat bayi menyusu pastikan seluruh areola berada dalam mulut bayi, dagu bayi menyentuh payudara.
Jaga asupan nutrisi. Ibu menyusui membutuhkan ekstra kalori 300-500 kalori daripada biasanya. Penuhi Pedoman Umum Gizi Seimbang.
Minum yang cukup! Setidaknya ibu mendapat cairan 8 gelas sehari. Sediakan air minum di dekat Anda menyusui.
Relaks jauhi stres. Lakukan olah raga ringan. Kontrollah emosi anda, hindari stress sejauh mungkin. Ibu perlu relaksasi. Istirahat yang cukup, manfaatkan waktu saat bayi Anda tidur. Stres dapat mengurangi kuantitas ASI. Tebal kuping terhadap mitos seputar menyusui. Percaya diri ASI akan melimpah!
Jauhi rokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang.
Minum ASI Booster Tea untuk meningkatkan kuantitas ASI. ASI booster tea merupakan galactagogue yang  terbuat dari herbal. Sudah terbukti dapat meningkatkan ASI dalam beberapa jam pemakaian.

Semoga bermanfaat. Pokoknya, jangan sampe menyerah pada sufor.

__________________________

asiwebid

variasi MPASI – Nasi Tim Jingga

nih bun, biar ga bosen, perlu ada banyak variasi mpasi, pokoknya gimana pinter2nya kita ngebujuk si kecil supaya mau makan macem-macem. emang gampang-gampang susah. dan sukses mpasi itu kuncinya cuma dua sebenarnya : 1. jangan kehabisan akal untuk ngebujuk si kecil lahap makan, dan 2. harus pantang menyerah 😀

nasi tim jingga

Nasi tim jingga mengandung ayam dan juga ubi merah yang mengandung vitamin A dan E yang baik untuk bayi Anda.

Bahan:
30 gram beras
400 cc air kaldu ayam
50 gram ayam
25 gram ubi merah
25 gram wortel

Cara membuat:
1. Rebus 30 gram beras dengan 400 cc air kaldu ayam.
2. Tambahkan 50 gram ayam, 25 gram ubi merah dan 25 gram wortel yang sudah diparut kasar. Masak hingga matang.

Untuk 1 porsi

Nilai gizi (per porsi):
Energi: 247 kilo kalori
Protein: 12 gram
Lemak: 6 gram
Karbohidrat: 34 gram

Untuk bayi usia 9-12 bulan.

___________________________________________________________

asiwebid

StimulASI si kecil

Ayo, Stimulasi setiap tahapan perkembangan bayi Anda! Mulai dari tengkurang, mengangkat kepala, hingga berjalan dan berbicara.

  1. Tengkurap. Lakukan tummy time yakni waktu yang digunakan bayi untuk tengkurap sambil  menggunakan tangannya untuk meraih sesuatu. Siapkah benda yang  menarik sehingga ia terdorong meraih dan lantas ‘meneliti’ dengan seksama
  2. Mengangkat kepala. Ajak anak bermain “Berguling Bersama Bola”. Menggerakkan si kecil di atas bola bisa menguatkan otot penyangga kepala, bahu, dan mengasah keterampilan menjaga keseimbangan.
  3. Memekik gembira. Sediakan boneka lembut yang mengeluarkan suara, seperti boneka yang bisa bernyanyi atau kotak musik. Tekan boneka sembari Anda berseru…, si kecil pun memekik senang.
  4. Memegang kedua benda dengan kedua tangan. Berikan mainan yang bisa dipukul bersama-sama seperti sendok kayu atau piring plastik, seolah ia sedang bermain musik..tung..tung..tung!
  5. Duduk. Baringkan si kecil terlentang di atas permukaan, seperti tempat tidurnya atau di lantai. Genggam tangannya, tarik dia perlahan ke posisi duduk. Peluk dengan erat sehingga ia tak mungkin terlepas. Perlahan-lahan, turunkan anak pada posisi tidur kembali.
  6. Merangkak. Letakkan mainan favorit bayi sekitar 1 meter dari tubuhnya. Saat si kecil mulai mengangkat kepalanya untuk mencari mainan tadi, biasanya ia akan menggerakkan lutut dan kakinya untuk maju. Lakukan permainan “Kucing Mengejar Tikus”. Anak menjadi kucing yang mengejar Anda sebagai tikus. Contohkah dengan melakukan gerakan merangkak, dengan cara Anda merangkak di sampingnya.
  7. Makan Sendiri. Beri bayi Anda finger food seperti kastengel, biskuit bayi, atau sayuran yang mudah dipegang seperti potongan wortel rebus. Makanan ini melatih kemampuan motorik halus anak. Dapat pula Anda memberinya mangkuk dan sendok plastik berisi makanan dan biarkan ia menyuap sendiri.
  8. Mengenal anggota keluarga. Sering seringlah mengajak anak ke pertemuan keluarga. Bisa juga menunjukkan foto ayah, ibu atau saudara lain. Atau foto ayah, ibu dan kakak dikreasi dari karton berwarna putih dalam bentuk lingkaran kecil yang dilekatkan pada tali yang sebagian menjuntai melalui bagian tengah karton berbentuk spiral.
  9. Berjalan. Letakkan mainan favoritnya dalam jarak tertentu. Iming-imingi anak agar mau berjalan walau sambil berpegangan untuk meraih mainan itu. Bila memungkinkan dan aman, biarkan si kecil berjalan di lantai yang tidak rata. Cara ini akan menguatkan otot-otot kaki dan tungkai.
  10. Bicara. Anda bisa menyanyikan lagu anak-anak yang berbeda setiap hari atau membacakan ceritanya, bisa dari buku atau cerita karangan Anda sendiri.

 

Informasi seputar menyusui, ASI, dan pelancar ASI follow @sumberinfo_ASI atau klik http://www.asi.web.id

________________________________________

asiwebid

Foremilk dan Hindmilk

informasi pelancar ASI, menyusui, dan booster ASI klik http://www.asi.web.id
(dikutip dari ayahasi org) Payudara HANYA memproduksi SATU jenis ASI. Foremilk dan Hindmilk (ASI yang agak kental dan berwarna putih pekat) di produksi pada waktu yang bersamaan kok. Keduanya ibarat saudara kembar, yang satu keluar duluan, adiknya keluar belakangan, cuma beda menit doang. Kalo kakaknya yang keluar duluan tai laletnya 1, nah si adek yang keluar belakangan tai laletnya 2.
Jadi nih, saat ASI di produksi, lemak ASI cenderung melekat satu sama lain dan menempel di dinding alveoli (tempat ASI di buat). Saat ASI terus-terusan di produksi maka ASI yang encer akan langsung memenuhi payudara dan menuju puting, mungkin karena lebih enteng kali yah. Sementara lemak ASI yang agak lebih kental akan cenderung menempel di saluran ASI.
Biar lebih gampang ngebayanginnya gue pake analogi air panas deh. Kalo pernah ke hotel dan ada layanan air panasnya ngerasain gak waktu kran dibuka biasanya air enggak langsung panas kan? Mulai dari dingin lalu perlahan berubah menjadi hangat dan kemudian panas.
Nah, sama kaya ASI. Kalo pas nenen yang keluar duluan juga agak encer dan bening, sampe lama kelamaan makin banyak lemak yang ikut di ASI tersebut, warnanya-pun akan mulai putih pekat dan agak kental.
Oh yang perlu di ingat, ASI yang bening dan agak encer itu bukan sama sekali enggak ada lemak loh, ada juga lemak di situ cuma ga sebanyak yang belakangan keluar. ASI Foremilk memiliki kandungan laktosa yang sangat tinggi. Laktosa ini berfungsi untuk sumber energi dan perkembangan otak bayi. Jadi ga perlu khawatir kalo ASInya encer dan bening yak.
Ketika bayi menyusu, maka yang keluar duluan adalah ASI yang bening dan agak encer, ASI ini berfungsi untuk menghilangkan haus terlebih dahulu. Mulut bayi kemudian secara alami akan memancing hormon oksitosin (hormon ini membantu memompa ASI dari dalam untuk keluar) dan memancing kandungan lemak yang menempel tadi untuk keluar. Hal ini berlaku juga ketika payudara di perah/pompa, semakin lama lemak ASI akan semakin tersedot keluar.
Kalo pernah ngerasain ASI merembes di baju atau mancur-mancur pas awal pompa, nah itu adalah Foremilk (ASI yang agak encer). Setelah ASI yang agak encer mulai habis, lemak ASI yang menempel di dinding-dinding alveoli tadi mulai tersedot keluar, hingga akhirnya kita akan menemuka ASI Hindmilk (yang agak kental dan berwarna putih).
Jadi pastikan bayi menyusu pada satu payudara sampe puas. Jika setelah nenen payudara masih terasa berat dan penuh, maka lanjutkan pengosongan payudara dengan di perah/pompa.
Catatan:
  • Payudara ga akan seweneng-wenang dengan memproduksi HANYA hindmilk saja dan tidak memproduksi foremilk. Ingat, Payudara memproduksi SATU jenis ASI. Ingatlah kran air panas tadi biar lebih mudah mengingat cara kerja hindmilk dan foremilk.
  • Setelah nenen, jika payudara masih berasa “penuh” bantu pengosongan dengan di perah/pompa. ASI yang dihasilkan pada tahap ini biasanya tinggi lemak dan agak kental. Karena yang bening dan encer sudah dihabiskan lewat nenen. Atau,
  • Sebelum jam nenen, pompa terlebih dahulu payudaranya, sehingga ketika nenen bayi akan mendapatkan ASI yang tinggi laktosa dan juga tinggi lemak.

Baby-Led Weaning Ala Gill Rapley

Bagi Anda yang ingin mencoba menerapkan Baby-led Weaning pada bayi, ada sejumlah panduan persyaratan yang harus Anda patuhi. Berikut adalah hal-hal yang wajib dan yang tidak boleh Anda lakukan, menurut Gill Rapley, pencetus Baby-led Weaning seperti yang tercantum dalam bukunya.

  1. Ajaklah bayi Anda untuk berpartisipasi atau bergabung setiap kali ada anggota keluarga yang makan. Anda dapat memulainya begitu bayi Anda kerap memperhatikan Anda saat makan.
  2. Pastikan bayi Anda sudah mampu duduk tegak sejak dia pertama kali ikut makan bersama Anda atau anggota keluarga lainnya. Pada hari-hari pertamanya, Anda dapat membantunya dengan memangku dia duduk menghadap ke meja makan. Begitu dia sudah menunjukkan ketrampilan mengambil makanan dengan tangannya, biasanya dia sudah mampu duduk tegak sendiri di kursi makannya (high chair).
  3. Mulailah dengan menawarkan jenis makanan dan ukuran yang sesuai untuk bayi. Bila memungkinkan, tawarkan kepada bayi Anda jenis makanan yang sama dengan yang Anda makan, sehingga dia akan merasakan pengalaman yang sama dengan Anda dan anggota keluarga lainnya, serta merasa menjadi bagian dari keluarga.
  4. Tawarkan makanan yang bervariasi jenisnya kepada bayi Anda. Tak perlu membatasi kesempatan bayi Anda untuk bereksperimen dengan variasi makanan yang Anda berikan. Tidak seperti halnya dengan jenis mainan yang memiliki batasan sesuai umur anak.
  5. Jangan memaksa bayi Anda untuk cepat-cepat memilih dan memasukkan jenis makanan tertentu ke dalam mulutnya. Berilah dia kesempatan untuk mencoba dan memilih makanan sesuai keinginannya.
  6. Jangan berharap bayi Anda akan langsung mau makan jenis-jenis makanan yang Anda tawarkan kepadanya, pada awal-awal dia belajar mengenal makanan. Begitu dia “menemukan” makanan yang rasanya “enak” menurut lidahnya, maka dia akan menikmati dengan belajar mengunyah, dan kelak dia akan belajar menelannya.
  7. Jangan berharap bayi Anda akan langsung mau memakan semua potongan jenis makanan yang Anda sajikan saat itu. Ingatlah, kemampuan bayi untuk “menikmati” makanan belum berkembang.
  8. Berikan lagi jenis makanan yang “ditolak” bayi di awal-awal masa perkenalannya dengan menu keluarga, di lain waktu. Bayi seringkali berubah pikiran. Di saat yang lain, ia akan “menerima” jenis-jenis makanan yang semula ditolaknya.
  9. Jangan tinggalkan bayi Anda sendirian ketika makan.
  10. Jangan memberi atau memperkenalkan kepada bayi, jenis makanan yang sudah diketahui dapat membahayakan kesehatannya. Misalnya, kacang tanah karena berisiko memicu reaksi alergi.
  11. Jangan memberi atau memperkenalkan jenis makanan yang tergolong fast food, makanan beku siap saji, atau makanan yang telah ditambahkan garam atau gula.
  12. Berilah air kepada bayi di dalam cangkir, tapi tak perlu khawatir bila dia menunjukkan sikap tidak tertarik untuk minum. Apalagi bila si kecil Anda adalah bayi yang baru saja “lulus” ASI eksklusif 6 bulan. Biasanya, bayi-bayi yang baru saja lepas masa laktasi masih lebih senang untuk meneruskan minum ASI selama beberapa waktu lagi.
  13. Bersiaplah melihat lantai rumah Anda kotor karena dipenuhi taburan aneka serpihan makanan yang tidak berhasil masuk ke dalam mulut bayi. Untuk memudahkan membersihkan lantai, alasilah dengan plastik khusus pelapis lantai. Dengan begitu, lantai atau karpet Anda akan terlindung dari tumpahan makanan.
  14. Lanjutkan pemberian ASI kepada bayi Anda sesuai keinginannya, sampai dia menghentikannya sendiri. Bersiaplah dengan perubahan pola makan pada bayi, begitu dia mulai menyukai makanan padat.
  15. Bila Anda memiliki riwayat alergi makanan, intoleransi terhadap jenis makanan tertentu, atau gangguan sistem pencernaan, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anak dan dokter gizi anak sebelum Anda memulai metoda Baby-Led Weaning ini.
  16. Akhirnya, selamat menikmati proses bayi belajar mengenal makanan, dan kemudian mengembangkan keterampilan makannya dengan kemampuannya mengoordinasikan gerakan tangan ke mulutnya. Anda akan takjub dibuatnya! (ayahbundacoid)

Informasi seputar menyusui dan pelancar ASI klik http://www.asi.web.id