asam folat, kenali lebih dalam!

Kata asam folat tentu sudah tidak asing di telinga kita. Asam folat sangat berguna bagi bumil & bayi unt tumbuh kembang si kecil. Tapi, kenapa sih asam folat berguna banget?? Apa sih asam folat itu? Yuks kenali lebih dalam!
 
Apa sih asam folat itu? Asam folat adalah satu jenis vitamin B yang merupakan kunci perkembangan dan metabolisme sel. Folat merupakan kandungan alami dalam seluruh makanan, sementara folic acid adalah bentuk sintetisnya yang bisa Anda temukan dalam suplemen dan produk-produk yang sudah diperkaya.

Folat sebenarnya tergolong vitamin B yang larut dalam air dan cepat rusak bila terkena panas. Karena itu, dianjurkan tidak memasak bahan-bahan makanan yang mengandung asam folat terlalu lama atau menyeduhnya dengan air panas.

Fungsinya untuk tubuh. Bagi Anda yang sedang hamil atau berencana ingin hamil, mengonsumsi suplemen asam folat merupakan keharusan, karena pada masa kehamilan itu terjadi pertumbuhan sel-sel baru dan perawatannya. Asam folat juga dapat menurunkan risiko preeclampsia dan kelahiranprematur, serta mengurangi risiko cacat lahir hingga 50 – 70 persen. 

Kekurangan asam folat juga bisa mengakibatkan anemia dan masalah-masalah lainnya. Kekurangan asam folat biasanya terjadi pada orang-orang yang memiliki masalah pencernaan, ginjal, liver, atau mereka yang kecanduan alkohol. 

Tidak hanya penting semasa hamil, asam folat juga bermanfaat untuk beberapa kondisi seperti, penyakit jantung, kanker, sindrom rasa lelah yang teramat sangat, alzheimer, dan depresi. 

Sumber oke asam folat. Asam folat bisa Anda dapatkan dari makanan-makanan berikut:

  • Sayuran berhijau daun, seperti bayam, brokoli, dan kol.
  • Kacang kedelai, kacang kapri, dan tanamana kacang-kacangan lainnya.
  • Buah-buahan seperti lemon, pisang, dan melon.
  • Produk-produk yang sudah diperkaya, seperti pada roti, jus, dan sereal.
Sebenarnya, asam folat perlu diberikan sejak empat bulan sebelum kehamilan. Itu sebabnya mengapa kehamilansebenarnya harus direncanakan dan dipersiapkan sejak jauh-jauh hari.

Dan untuk takarannya, Departemen Kesehatan AS, merekomendasikan semua wanita untuk mengonsumsi asam sebesar 400 mikrogram per hari. Sementara bagi Anda yang sedang hamil, tentu kebutuhannya lebih tinggi lagi, yaitu 600 mikrogram per hari. Apalagi bagi ibu yang pernah melahirkanbayi cacat, harus mengonsumsi asam folat minimal 1-4 miligram per hari atau 10 kali dosis normal.

Konsumsi asam folat yang berlebihan kurang lebih tidak memiliki risiko yang berarti, karena zat ini larut dalam air. Namun, jika konsumsi asam folat terlalu berlebihan dapat menimbulkan efek seperti mual, kembung, gas, dan insomnia.

saat si kecil GTM (gerakan tutup mulut)

AKSI gerakan tutup mulut (GTM) pada bayi yang sudah mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MPASI), pada prinsipnya wajar. Mungkin karena dia tidak suka dengan rasanya, cara pemberian makanannya, atau suasana saat dia sedang makan.

 
Namun begitu, toleransi waktu kewajaran bayi melakukan GTM setelah dia mendapatkan MPASI hanya berkisar 3 bulan, yaitu antara usia 6 sampai 9 bulan. Jika waktu GTM lebih dari itu, bisa jadi ada masalah yang membutuhkan penanganan tenaga medis. 
 
Berikut penjelasan dr. Jeanne Roos Tikoalu, SpA, IBCLC, dari RS. Puri Indah, Jakarta, sebagaimana dilansir Mom & Kiddie.
 
Perilaku GTM


Sikap yang ditunjukkan oleh bayi ketika mereka mengalami fase GTM, antara lain mengatupkan mulutnya rapat-rapat ketika disodorkan makanan, menghindar dengan menangis, menjerit, meronta-ronta. Atau melepeh makanan yang sudah ada di dalam mulutnya.
 
Penyebab GTM
 
1. Bayi belum tahu rasa makanan tersebut. Tapi tak perlu khawatir, ketika bayi masih mengonsumsi ASI eksklusif, esens rasa dari makanan/minuman yang Moms asup, akan sampai ke bayi melalui ASI, sehingga bayi pernah memiliki memori akan rasa tersebut. Itu sebabnya sewaktu Moms membuat MPASI, makanan yang disajikan jangan yang hambar atau tawar tanpa rasa.
 
2. Masih asing dengan tekstur makanan. Selama ini bayi hanya tahu makanan cair yang berasal dari ASI saja. Oleh karena itu, pada saatMoms memberikan makanan pertamanya pada usia 6-7 bulan, dianjurkan untuk memberikan bubur saring (bubur susu), dengan tekstur yang kental dan bertahap menjadi padat. Bila dari asupan cair langsung ke padat tentu bayi tidak akan menyukai dan akan mengalami kesulitan untuk mencernanya.
 
3. Waktu tidur bayi yang tidak teratur atau tidak sesuai. Terkadang orangtua tidak menyadari jika bayi tidur terlalu malam, dia akan terlambat bangun sehingga jam makan juga menjadi mundur atau tidak teratur. Akibatnya bayi melakukan GTM.
 
4. Terbiasa dengan makanan instan. Banyak orangtua saat ini yang mengandalkan makanan instan karena mereka sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan asisten di rumah pun sering kali memilih menyajikan makanan hanya dengan makanan instan saja. Hal ini tentu akan membuat bayi tidak mau makan atau menolak jika dia diberi makanan yang bukan instan.
 
5. Terbiasa makan sambil jalan-jalan atau bermain. Jika Moms tidak mengajak bayi keluar, maka dia tidak mau makan. Untuk itu, biasakan si kecil untuk makan di satu tempat, pangku dia atau dudukkan di kursi makannya sambil bercerita atau melihat aktivitas di depannya.
 
Tip Atasi GTM
 
1. Ketahui jadwal makan, jenis dan tekstur makanan bayi saat akan memulai MPASI. Waktu makan pagi antara pukul 7-8 pagi, makan siang antara pukul 12-13 dan makan malam antara pukul 18-19. Jadi, selain untuk memenuhi pertumbuhan dan perkembangannya, pemberian makan bayi juga mengajarkannya waktu makan pagi-siang-malam. Berikan selingan 2 kali, yaitu pukul 10 dan jam 16.
 
Pada usia 6-7 bulan, Moms bisa memberinya bubur saring (bubur susu). Lalu, bertahap ke nasi tim saring saat usia 7-9 bulan. Kemudian nasi tim pada usia 9-11 bulan yang dilanjutkan dengan nasi lembek saat usia 11-12 bulan. Pada usia setahun dan selanjutnya, bayi bisa diberikan pola makan keluarga.
 
2. Dalam memberi makan, orangtua maupun pengasuh harus memiliki kesabaran dan kreativitas yang tinggi. Bisa dilakukan dengan mengajak bayi bercanda agar mau membuka mulutnya, misalnya “Ayo, ada pesawat mau masuk, buka mulutnya Dek.”
 
3. Batasi waktu pemberian makan pada bayi. Lambung manusia memiliki mekanisme pengaturan untuk waktu kosongnya. Saat lambung kosong, mekanisme sensasi lapar muncul dan bayi akan menunjukkan keinginannya untuk makan. Rentang waktu lambung kosong bayi antara 2-3 jam. Jadi bila Moms memberi bayi makan, usahakan membatasi waktu pemberian makan hanya sampai 1 jam saja sehingga pada waktu makan berikutnya sensasi lapar bayi sudah muncul kembali. 
 
4. Sebaiknya pemberian makan dilakukan oleh satu orang saja dan tidak bergantian. Sehingga kita bisa mempelajari perilaku bayi ketika disuapi, cara makannya maupun jenis makanan yang disenanginya. Selain itu, anak juga akan merasa percaya kepada yang memberinya makan. Sehingga selain terpenuhi rasa laparnya, bayi juga senang melakukan aktivitas makannya.
 
5. Cermat dalam membuat menu makanan agar anak tidak bosan dengan jenis makanan maupun cara penyajiannya. Apabila Momsmengalami kesulitan, konsultasikan pada ahli gizi untuk menciptakan variasi makanan bayi. Jangan cepat menyerah dengan kembali memberi ASI saja atau penggantinya (dalam hal ini susu formula).
 
6. Untuk para calon ibu, sebaiknya mengetahui sedini mungkin fase-fase apa saja yang akan dilewati ketika bayi mulai mengalami tahap pemberian MPASI. Hal ini untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya GTM.
 
7. Jika bayi melakukan GTM dan berlangsung sampai beberapa waktu lamanya, konsultasikan pada dokter.
 
Kekurangan Nutrisi
 
Ketika bayi melakukan GTM, berlanjut dalam waktu lama dan tidak dicari solusinya, akan menyebabkan tubuh bayi kekurangan nutrisi.
 
Salah satu tujuan memberi makan bayi adalah untuk memenuhi asupan kebutuhan badannya – dalam hal ini mikronutrien – yaitu vitamin, mineral, termasuk protein, karbohidrat, lemak dan lain-lain. Jika bayi kekurangan mikronutrien, salah satu dampaknya adalah daya kecap lidahnya akan terganggu.
 
Solusi tercepat yang sering dilakukan oleh para ibu bila bayi tidak mau makan adalah memberikan vitamin. Sebenarnya, vitamin dan mineral itu sudah dapat dipenuhi dari buah dan sayur yang dikonsumsi.
 
Tapi karena bayi menunjukkan penolakan terhadap makanan, maka pemenuhan akan vitamin dan mineral menjadi tidak maksimal. Dan saat bayi diberi vitamin dan kekurangan vitamin terpenuhi, umumnya daya kecap bayi membaik. Namun, konsultasikan sebelumnya kepada dokter apakah bayi perlu tambahan vitamin atau tidak. Selain itu tetaplah memberi asi sampai 2 tahun.

 

Informasi soal si kecil & menyusui follow twitter kami @sumberinfo_asi | http://www.asi.web.id | http://www.fastmobilepoint.com